Butik Online, Baju Muslim, Fashion Wanita, Reseller Dropship

Mengapa Harga Kain Batik dan Tenun Mahal?

Saat ini busana dari kain batik dan tenun semakin populer sebagai busana sehari-hari. Walaupun demikian, banyak yang masih membatasi pemakaiannya karena harganya yang mahal. Kain batik tulis dan tenun mempunyai harga yang mahal karena dibuat secara manual dengan tangan. Harga jual yang tinggi ini merupakan penghargaan atas jerih payah perajin kain, karena kain-kain tersebut dibuat melalui proses pemikiran dan kreativitas yang panjang. Selain itu, proses pembuatan dan pewarnaannya juga amat menentukan harga jualnya. Bagaimana sebenarnya proses pembuatan kedua jenis kain ini menentukan harganya?

1. Kain Batik
Terdapat 2 jenis batik berdasarkan teknik pembuatannya, yaitu batik cap dan batik tulis. Batik tulis mempunyai harga yang lebih mahal dibanding batik cap. Hal ini disebabkan karena proses pembuatannya memerlukan waktu lebih lama dan tingkat ketelitian untuk melukis setiap lembar kain dengan malam (lilin) dan canting.

Setelah dilukis, proses membatik selanjutnya adalah tahap pewarnaan dan pelorodan lilin. Selain proses tulis dan cap, salah satu penentu mahalnya batik adalah proses pewarnaannya. Proses pewarnaan batik melibatkan banyak penggunaan pewarna alami dan tekstil. Larutan kimia naptol digunakan untuk mempermudah penempelan warna pada kain. Selanjutnya batik dicelupkan ke dalam larutan warna yang diinginkan, lalu direndam dalam air hangat dan dijemur sampai kering.

Batik yang memiliki lebih dari satu macam warna dalam satu kain membuat harganya menjadi lebih mahal. Untuk mendapatkan beberapa warna dalam satu kain batik, proses pewarnaannya harus dilakukan berulang kali. Sekali pencelupan akan menghasilkan satu warna, dan gambar yang tertutup lilin tidak akan terwarnai. Sehingga ketika akan memberikan warna lain pada motif dasar tersebut, proses ini harus diulang dan dimulai dari awal dengan menutup motif melalui penggunaan lilin dan mewarnainya. Sebagai contoh, misalnya proses pewarnaan batik rangkap tiga berarti kain batik ini mengalami tiga kali proses mbatik (ditutup dengan lilin), tiga kali proses pewarnaan kain, dan tiga kali proses pelorodan (menghilangkan lilin dari kain).

kain tenun

2. Kain tenun

Berbeda dengan batik yang merupakan kain yang diwarnai, maka kain tenun merupakan untaian benang yang diwarnai dan ditenun menjadi kain. kain tenun biasanya kaku dan tebal karena pada dasarnya merupakan jalinan benang yang tebal, sehingga orang masih enggan memakainya untuk busana sehari-hari.

Harga kain tenun itu selama ini dianggap terlalu mahal, padahal ini sebanding dengan proses kreativitas dan proses pembuatannya yang lama. Untuk dapat membuat selembar kain tenun, biasanya dibutuhkan waktu berbulan-bulan.

Harga kain tenun yang mahal sebenarnya tidak berlaku pada semua jenis kain. Perbedaan harganya tergantung pada ketebalan kain dan kerapatan benang berwarna yang ditenun menjadi kain. Semakin rapat sisirannya/kerapatan tenunnya, maka kainnya akan semakin rapat, semakin tebal, dan harganya pun semakin mahal. Kerapatan tenunan ini diatur oleh alat tenun yang digunakan. Semakin keras si penenun menggunakan alat tenunnya, maka benang akan mengalami tekanan yang lebih besar sehingga makin rapat. Sebaliknya jika tenunan benang ini tidak terlalu rapat, maka kain menjadi tipis dan transparan karena benangnya renggang. Perbedaan kain tenun sisir rapat dan renggang ini terlihat ketika dicuci. Kain tenun sisir renggang akan mengalami penyusutan yang cukup banyak dibandingkan yang bersisir rapat.

Related posts:

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Share and Enjoy

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge